newnavbar

Wednesday, February 10, 2016

Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Operasi Android

Sebagai sistem operasi, Android juga telah banyak dugunakan oleh berbagai vendor ponsel. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari penggunaan ponsel bersistem Android, antara lain

Kelebihan :

1. Multitasking
Kita bisa menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Contohnya kita BBM-an sambil Facebookan.

2. Terdapat notifikasi ketia ada panggilan/sms
Ketika ada SMS dan email masuk, akan ada terdapat notifikasi pada home screen di layar ponsel diikuti dengan indikator yang berkedip-kedip, atau bunyi-bunyian, sehingga pengguna ponsel tidak akan ketinggalan ketiak ada sms/panggilan yang masuk.

3. Dukungan ribuan aplikasi terpecaya melalui situs Google Play. Google telah menyediakan situs Google Play (dulu Android Market) bagi para pengguna android untuk mendapatkan berbagai macam aplikasi yang diperlukan. Bagi para maniak Game, anda bisa mendapatkan berbagai macam game dalam situs tersebut secara gratis.

4. Penggunaan widget pada home screen, sehingga akan memudahkan dan mempercepat pengguna ketika membuka aplikasi.

Kekurangan :

1. Boros pada penggunaan batrai
Hal ini dikarenakan banyaknya fitur android, seperti 3G, Maps,dll, sehingga selalu terkoneksi dengan internet. Untuk menghemat, anda bisa mematikan fitur-fitur yang dirasa tidak diperlukan. Caranya dengan menonaktifkan koneksi internet anda

2. Sentralisasi Google
Karena android merupakan produk open-source dari Google, maka aplikasi yang berjalan pada Android kebanyakan menyatu dengan layanan Google. Seperti ketika anda pertam kali mengaktifkan ponsel Android maka memerlukan registrasi yang menggunakan email. Bagi pengguna yang berlu terbiasa dengan produk Google maka harus menyesuaikan diri.

Sentralisasi dengan Google juga membuat anda harus sharing barbagai informasi ke Google. Atau dengan kata lain, privasi anda kan berkurang karena sebenarnya anda  diawasi oleh Google. Google bisa saha mencatat situr-situs yang anad kunjungi dan layanan-layanan yang diakses oleh perangkat Android anda.

3. Tidak mendukung penggunaan J2ME
Hal ini berakibat pada seorang programer Java harus belajar dari awal lagi. Dan bagi pengguna,aplikasi yang disukai tidak akan dapat berjalan pada Android. Disebabkan Android hanya menggunakan bahasanya saja, sedangkan library dan user inerface-nya berbeda dengan yang ada di J2ME.

4. Security yang masih tergolong rendah.
Contoh banyak malware yang menyerang aplikasi. Sehingga bebrapa produsen Antivirus menyediakan aplikasi mereka dalam bentuk Android, seperti AVG, Lookout, Super Scurity,dll.



SEKIAN INFORMASI DARI SAYA SEMOGA BERMANFAAT

Tutorial Import Android Eclipse

Hai gan skarang saya akan memberi tahu gimana cara import project yang habis kita buat ke eclipse
langsung saja;

1. Klik menu file->import.
2. Setelah itu akan tempil gambar seperti dibawah


3. Setelah tampil seperti gambar di atas kemudian pilih Exiting Android Code into Workpace -> kemudian klik Next >. selelah itu akan tampil gambar seperti dibawah

4. Selelah tampil seperti gambar di atas kemudian klik tombol Borwse...  selelah itu akan tampil gambar seperti dibawah

5. Setelah tampil seperti gambar di atas kemudian cari file yang ingin di import dan klik OK dan  selelah itu akan tampil gambar seperti dibawah.


6. Setelah tampil seperti gambar di atas anda dapat memilih kembali file yang ingin di import dengan cara mengulangi langkah 4. Setelah itu ceklist file yang ingin di kesport. dan yang terakhir klik Finish.

Sekian tutorial dari saya gan semoga bermanfaat :D

Wednesday, February 3, 2016

Cara Membuat Project Baru Android Ecipse

Nah gan ketemu lagi sekarang saya akan menerangkan atau lebih tepatnya tutorial membuat new projeck android dengan eclips yang teristal SDK R24.3.4. Lansung saja tanpa basa-basi ini tutornya.

Langkah - langkah membuat new project android 

1. Buat project baru dengan mengeklik menu file - > new -> other
2. Sehingga akan tampil seperti gambar berikut, pilih yang Android Application Project dan klik tombol Next >


3. Setelah di next akan muncul tampilan berikut



ket  : dari gambar di atas gan ini penjelasanya 
* Application Name adalah nama aplikasi yang akan di buat
* Project Name adalah nama projeck nya. biasanya sih sama namanya sama kayak nama aplikasi nya
* Package Name adalah nanti klo udah di buat nama package nya apa.

* Minimun Required SDK adalah minimum tipe android yang bisa di gunakan
* Target SDK adalah projeck ini di gunakan untuk android tipe berapa? lebih tepat nya target tipe android
* Complie With adalah nanti project kalo sudah di buat akan di buat format android tipe berapa
* Theme adalah tema yang akan di gunakan saat android selesai di buat.

setelah itu klik  Next> untuk melanjutkan proses selanjutnya

4. Setelah di next akan muncul tampilan berikut

ket :
Jika file android ingin di simpan di tempat yang gan inginkan bisa dengan hapus cek list " create project in workspace " terus klik browser dan pilih tempat penyimpanan project tersebut

setelah itu klik  Next> untuk melanjutkan proses selanjutnya

5. Setelah di next akan muncul tampilan berikut

ket :
* Foreground adalah nanti icon seperti apa yang akan di tampilan ada tiga pilihan bentuk image ( gambar), Clipart, dan Text (tulisan).
* Foreground Scaling digunakan untuk memilih bentuk tampilan dari icon
* Background color digunakan untuk warna background dari icon.

setelah itu klik  Next> untuk melanjutkan proses selanjutnya

6. Setelah di next akan muncul tampilan berikut
setelah itu klik  Next> untuk melanjutkan proses selanjutnya

7. Setelah di next akan muncul tampilan berikut

 ket :
Activity Name adalah nama class yang akan di jalankan pada proses pertama program dijalankan
Layout Name adalah nama tampilan yang akan di jalankan pada proses pertama program dijalankan

setelah itu klik  Next> untuk melanjutkan proses selanjutnya. dan tunggu beberapa saat dan selesai dah proses pembuatan NEW PROJECT ANDROID nya.......... :D

Sekian smoga bermanfaat....

Pengertian, Alasan, Dan Jenis - Jenis Hosting Lengkap

This summary is not available. Please click here to view the post.

Monday, February 1, 2016

Materi Dasar SQLite Android

SQLite merupakan database Open Source yang di-embed ke Android. SQLite mendukung fitur database RDMS standar, seperti sintaks SQL, transaksi, dan prepared statement. Walaupun demikian, sqlite hanya membutuhkan sdikit memory saat runtime, yaitu sekitar 250 kByte.

SQLite mendukung tipe data berikut :

* TEXT yang indetik dengan String di Java
* INTEGER yang identik dengan long di Java
* Real yang identik dengan double di Java

Semua tipe lain harus dikonveris ke salah satu tipe field ini untuk dikonveris ke database. SQLite sendiri tidak memvalidasi apakan tipe yang ditulis ke kolom sesuai dengan tipe yang didefinisikan. Anda bisa menuliskan integer ke kolom string.

SQLite tersedia di tiap piranti Android. Menggunakan database sqlite di android tidak memerlukan setup database atau administrasi tertntu. Anda tinggal menentukan sql yang akan dipakai untuk bekerja dengan databas, maka database sudah siap untuk langsung digunakan.

Bekerja dengan database cenderung merupakan "kerja keras" bagi android. Karena itu, anda disarankan untuk melakukan task ni di background. Misalanya melalui AsyncTask.

Jika aplikasi anda meng-create database, maka database ini disimpan di derektori DATA/data/NAMA_APLIKASI/database/NAMAFILE.DATA. Ini adalah path yang dikembalikan oleh method Enviroment.getDataDirectory(). NAMA_APLIKASI adalah nama aplikasi anda, dan NAMAFILE adalah nama yang anda berikan untuk database saat database dibuat. Enviroment.getDataDirektory() biasanya mengembalikan nilai SD card sebagai lokasi.

Beberapa fitur yang ada pada SQLite, antara lain

* Serverless, artinya SQLite tidak memerlukan proses pada server melainkan hanya sebuah file yang diakases oleh library SQLite.

* Zero Configuration, artinya ketika membuat sebuah database seperti membuat file biasa.

* Cross-platform, artinya semua database berada dalam sebua file cross-platform dan tidak memerlukan administrasi.

* Self-contained, artinya terdapat library yang mengandung keseluruhan database dan langsung terintegrasi pada aplikasi program.

* Transanction, artinya SQLite memperbolehkan aksi penyimpanan melalui beberapa proses thread.

* Full featured, artinya SQLite men-support sebagian besar standart SQL92 (SQL2).

* Highly reliable, artinya  tim pengembang SQLite telah mengembangkan dengan proses yang serius dan testing yang ketat

Sunday, January 31, 2016

Cara Input Output Dasar Android Eclipse 1

Hello gan kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan bagi yang masih baru belajar android. Kali ini program yang saya ajarkan adalah input output dasar dengan menggunakan TOAST menggunakan ECLIPSE. Langsung saja gan, ini lah tahap2 yang harus gan lakukan :

1. Buat project android terlebih dahulu.. jika gan masih bingung untuk membuat projek android bisa klik di sini
2. Masukan script berikut ke dalam String.xml yang ada di file res-->values
<resources>

    <string name="app_name">InputOutput</string>
    <string name="action_settings">Settings</string>
    <string name="nama">Nama</string>
    <string name="alamat">Alamat</string>
    <string name="cetak">Cetak</string>

</resources>
3. Masukan script berikut ke dalam activity_main.xml yang ada di file res-->layout 
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:paddingBottom="@dimen/activity_vertical_margin"
    android:paddingLeft="@dimen/activity_horizontal_margin"
    android:paddingRight="@dimen/activity_horizontal_margin"
    android:paddingTop="@dimen/activity_vertical_margin"
    android:orientation="vertical"
    tools:context="com.example.inputoutput.MainActivity" >

    <TextView
        android:id="@+id/textView1"
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="@string/nama" />

    <EditText
        android:id="@+id/editText1"
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:ems="10" >

        <requestFocus />
    </EditText>

    <TextView
        android:id="@+id/textView2"
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="@string/alamat" />

    <EditText
        android:id="@+id/editText2"
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:ems="10" />

    <Button
        android:id="@+id/button1"
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:layout_gravity="center"
        android:text="@string/cetak" />


</LinearLayout>

4. Masukan script berikut ke dalam Main_Activity.java yang ada di folder src
package com.example.inputoutput;

import android.app.Activity;
import android.os.Bundle;
import android.view.Menu;
import android.view.MenuItem;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;
import android.widget.Toast;

public class MainActivity extends Activity {

private void initcomponent()
{
//deklarasi  button dan textview
editText1 = (EditText) findViewById(R.id.editText1);
editText2 = (EditText) findViewById(R.id.editText2);
button1 = (Button)findViewById(R.id.button1);
button1.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

@Override
public void onClick(View v) {
// TODO Auto-generated method stub
//membuat variabel yang akan digunakan untuk memasukan nilai dari textview
String nama="";
String alamat="";
//kode memasukan nilai dari textview ke dalam variabel
nama = editText1.getText().toString();
alamat = editText2.getText().toString();
//menampilkan hasil dari nama dan alamat yang sudah di inputkan
Toast.makeText(getApplication(),"Nama :"+nama+"Alamat :"+alamat ,Toast.LENGTH_SHORT).show();
}
});
}
@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);
initcomponent();
}

@Override
public boolean onCreateOptionsMenu(Menu menu) {
// Inflate the menu; this adds items to the action bar if it is present.
getMenuInflater().inflate(R.menu.main, menu);
return true;
}

@Override
public boolean onOptionsItemSelected(MenuItem item) {
// Handle action bar item clicks here. The action bar will
// automatically handle clicks on the Home/Up button, so long
// as you specify a parent activity in AndroidManifest.xml.
int id = item.getItemId();
if (id == R.id.action_settings) {
return true;
}
return super.onOptionsItemSelected(item);
}
private Button button1;
private EditText editText1;
private EditText editText2;

}
5. Jalankan Program tersebut.....semoga sukses


Untuk lebih jelasnya gan bisa Download file saya yang sudah jadi jadi gan tinggal import ini link nya download ya?
Jika gan belum bisa import  gan bisa lihat tutornya di sini

Thursday, January 28, 2016

Struktur File Android

Ketika anda membuat aplikas contoh android maka akan terlihat struktur file seperti berikut



Terdapat banyak folder seperti di atas. Anda perlu meluangkan waktu sebentar untuk mengenal dan mengetahui fungsi dan ini masing-masing folder, hal tersebut sangat penting karena semua aplikasi yang anda buat nantinya akan berhubungan dengan susunan folder-folder tersebut.

Untuk penjelasan masing-masing folder di atas sebagai berikut :

1. src
Folder yang berisi mainactivity.java saat dibangun pertama kali. Berada dalam peckage ( sesuai dengan yang kita buat). src beri paket java yan ditulis oleh developer atau diimpor untuk aplikasi. Tiap package bisa memiliki file java yang mempresentasikan class yang berbeda-beda.


2. gen
Folder yang di-generate secara otomatis oleh ADT, yang  berisi ID untuk mengakses resource aplikasi yang ada pada folder res/. Secara default, sebaiknya anda tidak ubah isi dari file Java yang ada di dalam folder ini.


3. Android Version
Folder ini menunjukan versi android yang digunakan termasuk file Android.jar pada veri android yang dipakai.




4. assets
Folder ini secara default isinya kosong. Anda dapat meletakan file aset raw (raw files) yang dapat mendukung jalanya aplikasi. Beberapa file tersebut dapat berupa audio, teks, video, atau ketika berhubungan denga database, maka file-file seperti SQLite dapat diletakan dalam folder ini.


5. res
Folder ini dapat berisi beragam file, seperti file string, layout, tampilan,dll. pada folder res/ ini terbagi menjadi sub folder yang sudah terstruktur disesuaikan dengan kebutuhan ketika proses coding untuk membangun sebuah aplikasi


Untuk penjelasan tentang folder res dapat dilihat di sini

6. Selain folder - folder di atas, juga terdapat file AndroidManifest dan Project Properties.

File AndroidManifest.xml, merupakan file yang penting, berisi segala informasi penting yang dibutuhkan oleh aplikasi untuk bekerja, antara lain :

* Nama package Java dari aplikasi tersebut.
* Daftar komponen aplikasi.
* Perimission yang dibutuhkan oleh aplikasi untuk mengakses API atau berkomunikasi denga aplikasi lain.
* Minimum level android API yang dibuthkan untuk aplikasi.
* Daftar libraries yang dibutuhkan aplikasi.
* Manifest, yang berisi version code ( merupakan versi code yang kita gunakan untuk membedakan versi aplikasi yang terbaru denga yang lama, hal ini cukup penting karena memberi tahu user apakah ada update terbaru dari aplikasi atau tidak) juga version name ( merupakan versi rilis aplikasi kita).

Sedangkan file Project Properties, menunjukan target platform yang akan digunakan dalam aplikasi ( Android versi berapa). Merupakan file setting pada aplikasi kita sehingga aplikasi tidak akan kebingungan pada target platform yang akan dituju. Hendaknya file ini tidak anda hapus dari aplikasi.


Baca Juga