newnavbar

Friday, September 16, 2016

Membuat Gambar / Text Zoom In Dan Zoom Out

Widget Zoom Control adalah widget yang mendukung UI (User Interface) atau disebut juga antar muka, yang dapat membersarkan dan mengecilkan text ataupun gambar.

Pada tutorial berikut ini kita akan belajar bagaimana menerapkan Widget Zoom In Dan Zoom Out yang dimana widget ini akan menampilkan botton Zoom in dan Zoom out. dan pada  tutorial berikut ini kita akan menggunakanya pada TextView dan ViewImage.

Langsung saja kita kita membuat program nya

1. Buat lah project baru.
2. Copy paste kan gambar ke dalam file drawable dan beri nama "img_coba"


3. Buka acitivty_main.xml dan ketikan kode di bawah ini:

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"    android:layout_width="match_parent"    android:layout_height="match_parent"    android:paddingBottom="@dimen/activity_vertical_margin"    android:paddingLeft="@dimen/activity_horizontal_margin"    android:paddingRight="@dimen/activity_horizontal_margin"    android:paddingTop="@dimen/activity_vertical_margin"    android:layout_marginTop="?android:attr/actionBarSize">
    <ImageView        android:id="@+id/imageView1"        android:layout_width="wrap_content"        android:layout_height="wrap_content"        android:layout_centerHorizontal="true"        android:layout_centerVertical="true"        android:src="@drawable/img_coba" />
    <TextView        android:layout_width="fill_parent"        android:layout_height="wrap_content"        android:text="www.tipblack.blogspot.com adalah situs yang mempelajari tentnag sistem informasi dan program"        android:id="@+id/textView"        android:layout_above="@+id/zoomControls"        android:layout_alignParentLeft="true"        android:layout_alignParentStart="true" />
    <ZoomControls        android:layout_width="wrap_content"        android:layout_height="wrap_content"        android:id="@+id/zoomControls"        android:layout_alignParentBottom="true"        android:layout_alignParentRight="true"        android:layout_alignParentEnd="true" />

</RelativeLayout>

Dari kode di atas akan menampilkan tampilan sebagai berikut

4. Dan selanjutnya buka MainAcitivity.java untuk melakukan pengkodean..
untuk lebih mudahnya ketikan kode di bawah ini

package com.example.farisa.myapplication;

import android.os.Bundle;
import android.support.v7.app.AppCompatActivity;
import android.view.View;
import android.widget.ImageView;
import android.widget.RelativeLayout;
import android.widget.TextView;
import android.widget.ZoomControls;


public class MainActivity extends AppCompatActivity {
    ZoomControls zoom;
    ImageView img;
    TextView txt;
    @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);


        txt = (TextView) findViewById(R.id.textView);
        img = (ImageView) findViewById(R.id.imageView1);
        zoom = (ZoomControls) findViewById(R.id.zoomControls);

        zoom.setOnZoomInClickListener(new View.OnClickListener() {

            @Override            public void onClick(View v) {
                // TODO Auto-generated method stub
                int w = img.getWidth();
                int h = img.getHeight();
                int wt = txt.getWidth();
                int ht = txt.getHeight();

                RelativeLayout.LayoutParams params =
                        new RelativeLayout.LayoutParams(w + 10, h + 10);
                new RelativeLayout.LayoutParams(wt + 10, ht + 10);
                params.addRule(RelativeLayout.CENTER_IN_PARENT);

                img.setLayoutParams(params);
                txt.setLayoutParams(params);
            }
        });

        zoom.setOnZoomOutClickListener(new View.OnClickListener() {

            @Override            public void onClick(View v) {
                // TODO Auto-generated method stub
                int w = img.getWidth();
                int h = img.getHeight();
                int wt = txt.getWidth();
                int ht = txt.getHeight();

                RelativeLayout.LayoutParams params =
                        new RelativeLayout.LayoutParams(w - 10, h - 10);
                new RelativeLayout.LayoutParams(wt - 10, ht - 10);
                params.addRule(RelativeLayout.CENTER_IN_PARENT);

                img.setLayoutParams(params);
                txt.setLayoutParams(params);
            }
        });
    }

}
5. Jalan programnya .... semoga sukses dan bermanfaat


Monday, May 2, 2016

Pendahuluan Android Lengkap

DOWNLOAD INI FILE
 
      Android adalah sebuah Operasi Sistem seperti hal nya pada windows. Lebih tepatnya Android digunakan untuk perangkat Mobille yang mencangkup Sistem Operasi, Middleware dan Aplikasi. Sehingga Android mencangkup keseluruhan sebuah aplikasi, mulai dari sistem operasi sampai pada pengembangan aplikasi itu sendiri. Pengembangan aplikasi pada platform Android ini menggunakan dasar bahasa pemrogaman Java.

     Platform pengembangan aplikasi Android berisfat open-source­ atau bisa dibilang terbuka bagi para pengembang, jadi para developer dapat mengembangkan dan menciptakan aplikasi mereka sendiri yang kaya dan inovatif. Bahkan jika pengembang dapat membuat aplikasi yang bermanfaat dan bervariasi, kemudia menjual untuk keuntungan pribadinya tanpa lisensi ke produsen atau vendor tertentu.

      Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux, yang dibuat dengan dasar kernel Linux 2.6. Tim pengembang Andoid memilih kernel Linux tersebut dengan beberapa alasan, antara lain :
  •   Security, kernel Linux ini dapat mengatur keamanan antara sistem dan aplikasi.
  •  Manajemen memori, kernel Linux ini dapat mengatur manajemen memori
  • Manajemen proses, kernel Linux ini dapat mengatur proses lebuh baik, mengatur resource yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan aplikasi
  •  Network stack, kernel Linux ini dapat mengatur komunikasi jaringan.
  • Driver, kernel Linux ini menjamin sesuatu dapat berjalan dengan baik, berbagai pabrikan hardware bisa bekerja dengan karnel ini.
         Berdasarkan kernel Linux 2.6 tersebut, framework atau kernagka kerja dari sistem operasi Android dikembangkan dengan berbagai variasi viturnya. Fitur-fitur ini kemudian juga dikembangkan secara open-source sehingga anda pun dapat menambahkan atau memodifikasi sendiri. Berbagai fitur yang ada, antara lain :

1. Android run-time, terdiri atas library Java dan Dalvik virtual machine.
2. Open GL ( graphics library). Merupakan API (Application Program Interface) yang digunakan
     untuk membuat grafis 2D dan 3D.
3. WebKit, Merupakan engine dari web browser yang dapat digunakan untuk menampilkan isi  website dan       menyederhanakan tampilan dari proses loading.
4. SQLite, merupakan engine dari relasional databse yang dapat diintegrasikan dengan aplikasi.
5. Media framework, merupakan library yang digunakan untuk menjalankan dan merekam file audio atau           video.
6. SSL ( Source Socket Layer), merupakan library yang digunakan untuk keamanan internet (internet scurity).

        Kemudian bagaimana berbagai library tersebut seperti SQLite berinteraksi dengan Android,dalam proses pembuatan aplikasi sendiri. Hal tersebut sudah diantisipasi oleh para pengembang Android, sehingga semua library tersebut sudah dapa digunakan secara otomatis ketika mengembangkan aplikasi. Berbagai fitur-fitur yang ada pada library yang dapat digunakan secara langsung, antara lain :
  • Activity Manager, digunakan untuk manajemen activity life cycle.
  • Telephony Manager, digunakan untuk akses layanan telepon juga infromasi daftar kontak, seperti no telepon, alamat, dll.
  • View System, digunakan untuk meng-handle view dan layout tampilan UI (user interface). 

Pengenalan Tentang Android Lengkap

DOWNLOAD INI FILE
   
      Android adalah sebuah Operasi Sistem seperti hal nya pada windows. Lebih tepatnya Android digunakan untuk perangkat Mobille yang mencangkup Sistem Operasi, Middleware dan Aplikasi. Sehingga Android mencangkup keseluruhan sebuah aplikasi, mulai dari sistem operasi sampai pada pengembangan aplikasi itu sendiri. Pengembangan aplikasi pada platform Android ini menggunakan dasar bahasa pemrogaman Java.

     Platform pengembangan aplikasi Android berisfat open-source­ atau bisa dibilang terbuka bagi para pengembang, jadi para developer dapat mengembangkan dan menciptakan aplikasi mereka sendiri yang kaya dan inovatif. Bahkan jika pengembang dapat membuat aplikasi yang bermanfaat dan bervariasi, kemudia menjual untuk keuntungan pribadinya tanpa lisensi ke produsen atau vendor tertentu.

      Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux, yang dibuat dengan dasar kernel Linux 2.6. Tim pengembang Andoid memilih kernel Linux tersebut dengan beberapa alasan, antara lain :
  •   Security, kernel Linux ini dapat mengatur keamanan antara sistem dan aplikasi.
  •  Manajemen memori, kernel Linux ini dapat mengatur manajemen memori
  • Manajemen proses, kernel Linux ini dapat mengatur proses lebuh baik, mengatur resource yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan aplikasi
  •  Network stack, kernel Linux ini dapat mengatur komunikasi jaringan.
  • Driver, kernel Linux ini menjamin sesuatu dapat berjalan dengan baik, berbagai pabrikan hardware bisa bekerja dengan karnel ini.
         Berdasarkan kernel Linux 2.6 tersebut, framework atau kernagka kerja dari sistem operasi Android dikembangkan dengan berbagai variasi viturnya. Fitur-fitur ini kemudian juga dikembangkan secara open-source sehingga anda pun dapat menambahkan atau memodifikasi sendiri. Berbagai fitur yang ada, antara lain :

1. Android run-time, terdiri atas library Java dan Dalvik virtual machine.
2. Open GL ( graphics library). Merupakan API (Application Program Interface) yang digunakan
     untuk membuat grafis 2D dan 3D.
3. WebKit, Merupakan engine dari web browser yang dapat digunakan untuk menampilkan isi  website dan       menyederhanakan tampilan dari proses loading.
4. SQLite, merupakan engine dari relasional databse yang dapat diintegrasikan dengan aplikasi.
5. Media framework, merupakan library yang digunakan untuk menjalankan dan merekam file audio atau           video.
6. SSL ( Source Socket Layer), merupakan library yang digunakan untuk keamanan internet (internet scurity).

        Kemudian bagaimana berbagai library tersebut seperti SQLite berinteraksi dengan Android,dalam proses pembuatan aplikasi sendiri. Hal tersebut sudah diantisipasi oleh para pengembang Android, sehingga semua library tersebut sudah dapa digunakan secara otomatis ketika mengembangkan aplikasi. Berbagai fitur-fitur yang ada pada library yang dapat digunakan secara langsung, antara lain :
  • Activity Manager, digunakan untuk manajemen activity life cycle.
  • Telephony Manager, digunakan untuk akses layanan telepon juga infromasi daftar kontak, seperti no telepon, alamat, dll.
  • View System, digunakan untuk meng-handle view dan layout tampilan UI (user interface). 

DOWNLOAD INI FILE


Friday, April 29, 2016

Materi Tentang UML

UML atau Unified Modelling Language adalah sebuah " bahasa " yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem informasi atau piranti lunak. UML juga menawarkan sebuah standar untuk merancang model dari sebuah sistem.

Dengan menggunakan UML kta dapat membuat model untuke semua jenis palikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan di piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan
operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasabahasa berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau VB.NET. Walaupun demikian, UML tetap
dapat digunakan untuk modeling aplikasi prosedural dalam VB atau C.

Seperti bahasa-bahasa lainnya, UML mendefinisikan notasi dan syntax/semantik. Notasi UML
merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak.
Setiap bentuk memiliki makna tertentu, dan UML syntax mendefinisikan bagaimana bentuk-bentuk
tersebut dapat dikombinasikan. Notasi UML terutama diturunkan dari 3 notasi yang telah ada
sebelumnya: Grady Booch OOD (Object-Oriented Design), Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling
Technique), dan Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented Software Engineering).

Sejarah UML sendiri cukup panjang. Sampai era tahun 1990 seperti kita ketahui puluhan metodologi
pemodelan berorientasi objek telah bermunculan di dunia. Diantaranya adalah: metodologi booch [1],
metodologi coad [2], metodologi OOSE [3], metodologi OMT [4], metodologi shlaer-mellor [5],
metodologi wirfs-brock [6], dsb. Masa itu terkenal dengan masa perang metodologi (method war)
dalam pendesainan berorientasi objek. Masing-masing metodologi membawa notasi sendiri-sendiri,
yang mengakibatkan timbul masalah baru apabila kita bekerjasama dengan group/perusahaan lain
yang menggunakan metodologi yang berlainan.



Dimulai pada bulan Oktober 1994 Booch, Rumbaugh dan Jacobson, yang merupakan tiga tokoh
yang boleh dikata metodologinya banyak digunakan mempelopori usaha untuk penyatuan
metodologi pendesainan berorientasi objek. Pada tahun 1995 direlease draft pertama dari UML
(versi 0.8). Sejak tahun 1996 pengembangan tersebut dikoordinasikan oleh Object Management
Group (OMG – http://www.omg.org). Tahun 1997 UML versi 1.1 muncul, dan saat ini versi terbaru
adalah versi 1.5 yang dirilis bulan Maret 2003. Booch, Rumbaugh dan Jacobson menyusun tiga buku
serial tentang UML pada tahun 1999 [7] [8] [9]. Sejak saat itulah UML telah menjelma menjadi
standar bahasa pemodelan untuk aplikasi berorientasi objek.

Konsepsi Dasar UML
Dari berbagai penjelasan rumit yang terdapat di dokumen dan buku-buku UML. Sebenarnya
konsepsi dasar UML bisa kita rangkumkan dalam gambar dibawah.



Abstraksi konsep dasar UML yang terdiri dari structural classification, dynamic behavior, dan
model management, bisa kita pahami dengan mudah apabila kita melihat gambar diatas dari
Diagrams. Main concepts bisa kita pandang sebagai term yang akan muncul pada saat kita membuat
diagram. Dan view adalah kategori dari diagaram tersebut.
Lalu darimana kita mulai ? Untuk menguasai UML, sebenarnya cukup dua hal yang harus kita
perhatikan:
1. Menguasai pembuatan diagram UML
2. Menguasai langkah-langkah dalam analisa dan pengembangan dengan UML
Tulisan ini pada intinya akan mengupas kedua hal tersebut.
Seperti juga tercantum pada gambar diatas UML mendefinisikan diagram-diagram sebagai berikut:
use case diagram
class diagram
statechart diagram
activity diagram
sequence diagram
collaboration diagram
component diagram
deployment diagram

Wednesday, April 27, 2016

Macam-Macam Sensor Pada Android Dan Fungsinya

Download file ini
   
Oke gan kali ini saya akan mempostinkan artikel tentang macam - macam sensor di Android dan fungsinya. langsung saja, berikut MACAM-MACAM SENSOR PADA ANDROID DAN FUNGSINYA :


1. Accelerometer Sensor


      Berfungsi untuk mengidentifikasi ketepatan arah dari sebuah perangkat. Sensor ini diperlukan pada beberapa game yang mana berkat adanya sensor ini kita cukup memiringkat handphone saat kiat mau belok kiri atau kanan. :D

2. Orientation Sensor

     Sensor ini berfungsi untuk mengetahui orientasi ponsel dan mendeteksi posisi dari smartphone apakah dalam mode landscape atau portrait. Sensor ini digunakan untuk rotate layer secara otomatis.

3. Proximity Sensor

     Berfungsi untuk mendeteksi keberadaan suatu objek tanpa kontak fisik dalam jarah tertentu. Sensor ini berperan ketika saat ada panggilan. Pernahkan anda menelpon tiba-tiba layar mati? itulah kerja dari sensor ini.

4. Ambient Light Sensor

     Berfungsi untuk mendeteksi intensitas cahaya / kuat penerangan di sekitar smartphone. Berperan dalam perubahan brightness / kecerahan layar. Berkat sensor ini jika kita tempat yang terang, maka akan otomatis sensor ini dipanggil dan layar akan menigkatkan brightnessnya supaya layar tetap terlihat jelas. begitu sebaliknya seumpama kita berada di tempat yang gelap, maka layar akan menurutkan brightnessnya agar lebih hemat daya dan tidak menyilaukan.

5. Gryroscope Sensor

    Berfungsi untuk mendeteksi sudut kemiringan dan mengukur kecelpatan sudut yang umumnya diperlukan dalam navigasi. Gyro sensor agak mirip dengan Accelerometer Sensor. Yang membedakan yakni Accelerometer dipengaruhi oleh gravitasi, sementara itu Gyro sensor tidak dipangaruhi gravitasi. Gyro sensor mampu mendeteksi arah atas, bawah, kiri, kanan, maju, mundur, gerakan rotasi, roll, pitch.

6. Compas Sensor

    Befungsi untuk menentukan arah mata angin. Sebelumnya anda harus mengistall aplikasi Compas di play store terlebih dahulu. Dengan adanya sensor ini, maka anda tidak perlu khawatir akan tersesat di perjalanan.

7. Magnetometer Sensor

    Berfungsi untuk mendeteksi adanya medan magent dan mengukur besarnya itensitas medan magnet di sekita smartphone. Dengan adanya sensor ini, kita bisa mengetahui benda manakah yang memancarkan medan magnet yang kuat, lemah, atau tidak.

8. Barometer Sensor

    Berfungsi untuk mengukur tekanan udara Sensor ini diperlukan dalam navigasi, misal anda bertualang ke daerah tertentu, maka dengan sensor ini anda bisa mengetahui tekanan udara di daerah tersebut. Sensor ini juga dapat memperkirakan cuaca apakah akan/sedang baik atau buruk,

9. Temperature Sensor

    Sesuai dengan namanya sensor ini berfungsi untuk mengukur suhu temperatur smartphone. Dengan mengethui besar nilai suhunya, kita bisa mengantisipasi gaget kita akar gerhindar dari kerusakan yang ditimbulkan oleh suhu ponsel yang terlalu panas. Pada beberapa ponsel tertentu, sensor ini bisa mendeteksi suhu lingkungan sekitar.

10. Sound Sensor

     Berfungsi untuk mengukur taraf intensitas / kadar bunyi di sekitar smartphone. Bermanfaat ketika sedang menelpon atau menerima panggilan di tempat yang bising, karena sensor ini akan mengukur tingkat kebisingan dan menyesuaikan volume dai speaker atau mic.

11. Humidity Sensor

      Berfungsi untuk mengukur kelembaban relatif Bermanfaat untuk mengukur kelambaban rumah, kelembaban tanah yang cocok buat tanaman, dll.

12. Fingerprint Sensor

      Merupakan sensor sidik jari yang memberikan keamanan tingkat tinggi dalam kepraktisan. Sensor ini digunakan untuk membuka lockscreen, mengakses aplikasi tertentu, dll. sensor ini ada pada Motorola ATRIX 4G, Samsung Galaxy S5, Samsung Galaxy Note4, iPhone 5S, 5C, 6, 6 Plus, HTC One Max; Philips i966 Aurora, Huawai Ascend Mate 7.

13. Heart Rate Sensor

      Berfungsi untuk menghitung jumlah denyut jantung. Sensor ini ada pada Galaxi S5 dan Galaxy Note 4, Pengguna hanya perlu menekan lembut jari mereka terhadap sensor detak jantung yang terletak di bagian bawah kamera pada body belakang smartphone. Dengan sensor ini pengguna bisa memantau fisik dan kesehatan mereka dengan didukung aplikasi S-Health.

14. Hall Sensor

      Sensor ini bertujuan untuk mendeteksi apakah penutup depan aksesori smartphone (misal : Flip Cover ) Menutupi layar atau tidak. Bila cover tertutup, maka layar akan berubah ke mode sederhana yang bisa dilihat melalui jendela/kaca flip cover.

15. Pulse Oximetery Sensor

      Pulse Oximeteri Sensor(SpO2) adalah sensor yang mengukur oksigen tubuh dan mengukur jumlah oksigen yang dibawa oleh sel darah merah. Dengan sensor ini kita bisa tahu seberapa efektif kita bernafas dan seberapa baik darah yang sedang diangkut ke seluruh tubuh. Sensor ini hanya ada pada  Galaxy Note 4.

16. UV Sensor

       UV sensor akan bekerja jika kita berada di luar ruangan dan dibawah teriknya matahari. Sensor ini akan mengukur itensitas radisi ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.

17. Gesture Sensor

       Fungsinya adalah mengenali gerakan tangan dengan mendeteksi sinar inframerah yang dipantulkan dari telapak tangan si pengguna dan mengukur perubahan arus listrik ketika jari pengguna berada di jarak yang dekat dengan layar. Dengan sensor ini, kita bisa melakukan scrolling atau perintah lainya pada smartphone dengan menyapukan tangan di atas layar tanpa menyentuhnya.


Wednesday, March 9, 2016

Cara Mengiputkan Kode CSS Ke Dalam HTML

Secara gari besar, terdapat 3 cara menginputkan kode CSS ke dalam HTML, yaitu metode Inlie Style, Internal Style Sheets, dan External Syle Sheets.

*METODE INLINE STYLE

Metode ini adalah cara menginputkan kode CSS langusung ke dalam tag HTML dengan menggunakan atribut style, contoh penggunaan metode inline style CSS adalah sebagai berikut :

<html>
<head>
<title>Untitled Document</title>
</head>
<body>
<h2 style="background:#00F; font-family:'Lucida Sans Unicode', 'Lucida Grande', sans-serif">
Belajar CSS
</h2>
</body>
</html>

Dari kode di atas jika di jalankan akan tampil seperti gambah di bawah ini :
Hasil dari css di atas


Dalam kode diatas, saya menyisipkan atribut style pada tag <h2>, nilai dari atribut style ini adalah kode CSS yang ingin di terapkan.

Penggunaan tag CSS seperti ini walaupun praktis, namun tidak di sarankan karena kode CSS langsung tergabung dengan HTML, dan tidak memenuhi tujuan dibuatanya SCC agar desain terpisah dengan konten.

* METODE INTERNAL SYLE SHEETS

Metode ini di sebut juga dengan metode Embedded Syle Sheets, digunakan untuk memisahkan kode CSS dari tag HTML, namun tetap dalam satu halaman HTML. Atribut style ini harus berada pada bagian <head> dari halaman HTML.

Contoh penggunaan Metode Internal Syle Sheets CSS :

<html>
<head>
<title>Untitled Document</title>
<style type="text/css">
h2 {
background-color:#00F;
color:#FFF;
}
</style>
</head>
<body>
<h2>
Belajar CSS
</h2>
</body>
</html>

 Dari kode di atas jika di jalankan akan tampil seperti gambah di bawah ini :
Contoh medote diatas udah jauh lebih baik dari pada line style, Karena kita sudah memisahkan CSS dari HTML. Seluruh kode CSS akan berada pada tag head dari HTML.

Namun kekurangan menggunakan internal style sheets, jika kita memiliki bebrapa halaman dengan syle yang sama, maka kita harus membuat kode CSS pada masing-masing halaman tersebut. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan metode extenal style sheets

*METODE EXTERNAL STYLE SHEETS

Kekurangan dari metode internal style sheets sebelumnya adalah jika ingin membuat bebrapa halaman dengan tampilan yang sama, maka setiap halaman akan memiliki kode CSS yang sama.

Metode External Style Sheets digunakan untuk "mengangkat" kode CSS tersebut ke dalam sebuah file tersendiri yang terpisah sepenuhnya dari halaman HTML. Setiap halaman yang membutuhkan kode CSS, tinggal "memanggil" file CSS tersebut.

Tahap pertama kita akan membuat file dengan format .css dengan isian sebagai berikut :

@charset "utf-8";
h2
{
background-color:#00F;
font-family:"Comic Sans MS", cursive;
color:#0F0;
}

Untuk sekarang tempat save .css kita gunakan pada satu folder yang sama dengan save HTML kita. Kembali ke halaman HTML.

Css Menyediakan 2(dua) cara untuk menginputkan kode CSS tersebut ke halaman HTML, yang pertama kita gunakan @import

Contoh penggunaanya :

<html>
<head>
<title>Untitled Document</title>
<style type="text/css">
@import url(css.css);
</style>
</head>
<body>
<h2>
Belajar CSS
</h2>
</body>
</html>

Untuk metode @import external style sheet ini, kita menyisiplan @import url(css.css); pada tag <style>. Alamat pada bagian url bisa berupa halaman relatif ( seperti:folderku/css.css) maupun absolut ( seperti www.tipblack.blogspot.com/belajar.css).

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan tag <link>.

Contoh penggunaanya :

<html>
<head>
<title>Untitled Document</title>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="css.css">
</head>
<body>
<h2>
Belajar CSS
</h2>
</body>
</html>

Dari Semua kode yang menggunakan metode external style sheets jika di jalankan akan menjadi seperti gambar di bawah



Pada metode link external style sheets ini, kita menggunakan atribut href pada tag <link>, yang berisi alamat dari CSS.

Dari ketiga jenis cara input CSS ke dalam halaman HTML, yang paling direkomendasikan adalah menggunakan medote EXTERNAL STYLE SHEETS. Karena dengan menggunakan kode CSS yang dipisahkan, seluruh halaman web dapat menggunakan file CSS yang sama tanpa kita ulangi kode nya dari awal lagi, dan jika kita ingin mengubah seluruh tampilan halaman website kita, kita hanya butuh mengubah 1 file CSS saja.

Monday, March 7, 2016

Kumpulan Kode / Tag HTML Terlengkap

ELEMEN DASAR



Jenis Dokumen
<HTML></HTML>
(terdapat pada awal dan akhir dari  file HTML)

Judul
<TITLE></TITLE>
(harus selalu terdapat pada mukadimah)

Mukadimah (Header)
<HEAD></HEAD>
(keterangan umum, seperti judul dsb.)

Batang Tubuh
<BODY></BODY>
(isi dari halaman HTML)



ANCANGAN STRUKTURAL



Kepala
<H?></H?>
(Heading - spesifikasi untuk menetapkan 6 tingkatan kepala)

Penataan (Align) Kepala
<H? ALIGN=LEFT|CENTER|RIGHT></H?> [*]


Bagian (Division)
<DIV></DIV>


Penataan Bagian
<DIV ALIGN=LEFT|RIGHT|CENTER></DIV>


Kutipan Blok (Block Quote)
<BLOCKQUOTE></BLOCKQUOTE> [*]
(tampilan dengan jeda terhadap batas pinggir)

Penekanan (Emphasis)
<EM></EM>
(umumnya huruf miring)

Penguatan (Strong Emphasis)
<STRONG></STRONG>
(umumnya huruf tebal)

Kutipan singkat (Citation)
<CITE></CITE>
(umumnya huruf miring)

Kode
<CODE></CODE>
(Code - untuk source code listings)

Contoh Keluaran
<SAMP></SAMP>
(Sample Output)

Masukan Papan Ketik
<KBD></KBD>
(Keyboard Input)

Variabel
<VAR></VAR>
(Variable)

Definisi
<DFN></DFN>
(Definition - jarang dipakai)

Alamat Pengarang (Author's Address)
<ADDRESS></ADDRESS>


Huruf ukuran Besar
<BIG></BIG>


Huruf Ukuran Kecil
<SMALL></SMALL>



FORMAT TAMPILAN



Huruf Tebal
<B></B>
(Bold)

Huruf Miring
<I></I>
(Italic)
N3.0b
Garis Bawah
<U></U>
(Underline - jarang digunakan)

Huruf Coret
<STRIKE></STRIKE>
(Strikeout - jarang digunakan)
N3.0b
Huruf Coret
<S></S>
(Strikeout - jarang digunakan)

Huruf Geser Bawah
<SUB></SUB>
(Subscript)

Huruf Geser Atas
<SUP></SUP>
(Superscript)

Huruf Mesin Ketik
<TT></TT>
(Typewriter - huruf berjarak tetap)

Pra-format (Preformatted)
<PRE></PRE>
(menampilkan dengan jarak pra-format)

Jarak Huruf
<PRE WIDTH=?></PRE>
(mengatur jarak huruf)

Rata Tengah
<CENTER></CENTER> [*]
(Center - berlaku untuk teks maupun gambar)
N1.0
Huruf Kedip
<BLINK></BLINK>
(Blinking - tag terlucu sampai kini)

Ukuran Huruf
<FONT SIZE=?></FONT>
(Font Size - boleh diisi dari 1 sampai 7)

Rubah Ukuran Huruf
<FONT SIZE="+|-?"></FONT>

N1.0
Basis Ukuran Huruf
<BASEFONT SIZE=?>
(boleh diisi 1 sampai 7; ukuran standard/default=3)

Warna Huruf
<FONT COLOR="#$$$$$$"></FONT>

N3.0b
Pilih Jenis Huruf
<FONT FACE="***"></FONT>

N3.0b
Teks Multi Kolom
<MULTICOL COLS=?></MULTICOL>

N3.0b
Jarak Batas Kolom
<MULTICOL GUTTER=?></MULTICOL>
(default = 10 pixels)
N3.0b
Lebar Kolom
<MULTICOL WIDTH=?></MULTICOL>

N3.0b
Celah (Spacer)
<SPACER>

N3.0b
Jenis Celah
<SPACER TYPE=horizontal| vertical|block>

N3.0b
Ukuran Celah
<SPACER SIZE=?>

N3.0b
Dimensi Celah
<SPACER WIDTH=? HEIGHT=?>

N3.0b
Penataan Celah
<SPACER ALIGN=left|right|center>




ACUAN DAN GRAFIK



Acuan pada dokumen tertentu
<A HREF="URL"></A>


Acuan pada sasaran dalam dokumen
<A HREF="URL#***"></A>
(bila terdapat pada dokumen lain)
<A HREF="#***"></A>
(bila terdapat pada dokumen yang sama)
N2.0
Jendela Sasaran (Target Window)
<A HREF="URL" TARGET="***| |_blank|_self|_parent|_top"></A>


Penamaan sasaran pada dokumen
<A NAME="***"></A>


Kaitan(Relationship)
<A REL="***"></A>
(jarang digunakan)

Kaitan terbalik (Reverse Relationship)
<A REV="***"></A>
(jarang digunakan)

Peragaan Gambar
<IMG SRC="URL">


Penataan Letak Gambar
<IMG SRC="URL" ALIGN=TOP|BOTTOM|MIDDLE|LEFT|RIGHT>

N1.0
Penataan Letak Gambar
<IMG SRC="URL" ALIGN=TEXTTOP| ABSMIDDLE|BASELINE|ABSBOTTOM>


Alternatif Teks
<IMG SRC="URL" ALT="***">
(saat gambar belum/tidak ditampilkan)

Daerah Gambar (Imagemap)
<IMG SRC="URL" ISMAP>
(membutuhkan program script)

Daerah Gambar pihak klien
<IMG SRC="URL" USEMAP="URL">


Uraian Daerah Gambar
<MAP NAME="***"></MAP>


Pembagian Daerah Gambar
<AREA SHAPE="RECT" COORDS=",,," HREF="URL"|NOHREF>


Dimensi Gambar
<IMG SRC="URL" WIDTH=? HEIGHT=?>
(in pixels)

Garis Batas
<IMG SRC="URL" BORDER=?>
(dalam satuan pixel)

Ruang Pembatas
<IMG SRC="URL" HSPACE=? VSPACE=?>
(dalam satuan pixel)
N1.0
Gambar Low-Res Proxy
<IMG SRC="URL" LOWSRC="URL">

N1.1
Pemindahan Tarik
<META HTTP-EQUIV="Refresh" CONTENT="?; URL=URL">
(Client Pull)
N2.0
Objek Cantum
<EMBED SRC="URL">
(Embed Object - mencantumkan objek pada dokumen)
N2.0
Ukuran Objek
<EMBED SRC="URL" WIDTH=? HEIGHT=?>



PEMISAH



Paragraf
<P></P> [*]
(tag penutup seringkali tak diperlukan)

Align Text
<P ALIGN=LEFT|CENTER|RIGHT></P> [*]


Pndah Baris
<BR>
(pindah ke baris berikut)

Putus Penataan Baris
<BR CLEAR=LEFT|RIGHT|ALL>
(Clear Textwrap)

Garis Datar
<HR>
(Horizontal Rule)

Penataan Letak Garis
<HR ALIGN=LEFT|RIGHT|CENTER>


Tebal Garis
<HR SIZE=?>
(dalam satuan pixel)

Lebar Garis
<HR WIDTH=?>
(dalam satuan pixel)
N1.0
Lebar Garis Persentasi
<HR WIDTH="%">
(dalam persentasi terhadap lebar halaman)

Garis Pejal
<HR NOSHADE>
(Solid Line - tanpa pola 3D)
N1.0
Tanpa Ganti Baris
<NOBR></NOBR>
(No Break - mencegah ganti baris)
N1.0
Sambung Suku Kata
<WBR>
(Word Break - letak ganti baris bila diperlukan)


DAFTAR




Daftar Tanpa Nomor
<UL><LI></UL>
(Unordered List - Cantumkan <LI> sebelum tiap butir)


Kompak
<UL COMPACT></UL>
(Compact)

Jenis Butiran
<UL TYPE=DISC|CIRCLE|SQUARE>
(Bullet Type - berlaku umum bagi butir terdaftar)

<LI TYPE=DISC|CIRCLE|SQUARE>
(berlaku khusus pada butir ini dan selanjutnya)


Daftar Bernomor
<OL><LI></OL>
(Ordered List - Cantumkan <LI> sebelum tiap butir)


Kompak
<OL COMPACT></OL>


Jenis Penomoran
<OL TYPE=A|a|I|i|1>
(berlaku umum untuk semua butir dalam daftar)

<LI TYPE=A|a|I|i|1>
(berlaku khusus pada butir ini dan selanjutnya)


Nomor Mulai
<OL START=?>
(berlaku umum untuk semua butir dalam daftar)

<LI VALUE=?>
(berlaku khusus pada butir ini dan selanjutnya)


Daftar Definisi
<DL><DT><DD></DL>
(Definition List - <DT>=istilah, <DD>=uraian)


Kompak
<DL COMPACT></DL>


Daftar Menu
<MENU><LI></MENU>
(Cantumkan <LI> sebelum butir menu)


Kompak
<MENU COMPACT></MENU>


Daftar Direktori
<DIR><LI></DIR>
(Cantumkan <LI> sebelum tiap butir direktori)


Kompak
<DIR COMPACT></DIR>



LATAR BELAKANG DAN WARNA



Latar Belakang Gambar
<BODY BACKGROUND="URL">
(Tiled Background)

Warna Latar Belakang
<BODY BGCOLOR="#$$$$$$"> [*]
(Background Color - urutan: merah/hijau/biru)

Warna Huruf Teks
<BODY TEXT="#$$$$$$"> [*]


Warna Acuan
<BODY LINK="#$$$$$$"> [*]


Acuan Lepas Kunjung
<BODY VLINK="#$$$$$$"> [*]
(Visited Link)

Acuan Aktif
<BODY ALINK="#$$$$$$"> [*]
(Active Link)

HURUF SPESIAL(these must all be in lower case)



Special Character
&#?;
(where ? is the ISO 8859-1 code)

< 
&lt;


> 
&gt;


&
&amp;


"
&quot;


Registered TM
&reg;


Copyright
&copy;


Spasi tak putus
&nbsp;
Non-breaking Space
(Daftar lengkap huruf khusus terdapat di http://www.uni-passau.de/%7Eramsch/iso8859-1.html)

FORMULIR



Rancangan Formulir
<FORM ACTION="URL" METHOD=GET|POST></FORM>
Define Forms
N2.0
Mengirimkan File
<FORM ENCTYPE="multipart/form-data"></FORM>
File Upload

Input Field
<INPUT TYPE="TEXT|PASSWORD|CHECKBOX|RADIO| IMAGE|HIDDEN|SUBMIT|RESET">


Nama Field
<INPUT NAME="***">


Nilai Field
<INPUT VALUE="***">


Kotak Periksa
<INPUT CHECKED>
(checkboxes dan radio boxes)

Ukuran Field
<INPUT SIZE=?>
(dalam satuan jumlah karakter)

Panjang Maksimum
<INPUT MAXLENGTH=?>
(dalam satuan karakter)

Daftar Pilihan
<SELECT></SELECT>
Selection List

Nama Daftar Pilihan
<SELECT NAME="***"></SELECT>


Jumlah Pilihan
<SELECT SIZE=?></SELECT>


Banyak Pilihan
<SELECT MULTIPLE>
(dapat memilih lebih dari satu)

Pilihan
<OPTION>
(butir yang dapat dipilih)

Pilihan Default
<OPTION SELECTED>


Ukuran Input Box
<TEXTAREA ROWS=? COLS=?></TEXTAREA>


Nama Input Box
<TEXTAREA NAME="***"></TEXTAREA>

N2.0
Rangkuman Teks
<TEXTAREA WRAP=OFF|VIRTUAL|PHYSICAL></TEXTAREA>
Wrap Text


TABEL



Rancangan Tabel
<TABLE></TABLE> [*]


Garis Batas Tabel
<TABLE BORDER=?></TABLE>


Celah Sel
<TABLE CELLSPACING=?>
Cell Spacing

Penyangga Sel
<TABLE CELLPADDING=?>
Cell Padding

Lebar Tabel
<TABLE WIDTH=?>
(dalam satuan pixel)

Lebar Tabel Persentasi
<TABLE WIDTH="%">
(dalam satuan persen terhadap lebar halaman)

Baris dalam Tabel
<TR></TR>


Penataan Letak Baris
<TR ALIGN=LEFT|RIGHT| CENTER|MIDDLE|BOTTOM
VALIGN=TOP|BOTTOM|MIDDLE>


Sel dalam Tabel
<TD></TD>
(harus ada dalam setiap baris tabel)

Penataan Letak Sel
<TD ALIGN=LEFT|RIGHT| CENTER|MIDDLE|BOTTOM
VALIGN=TOP|BOTTOM|MIDDLE>


Tanpa Ganti Baris
<TD NOWRAP>


Rentang Kolom
<TD COLSPAN=?>
Columns to span

Rentang Baris
<TD ROWSPAN=?>
Rows to span
N1.1
Lebar Sel
<TD WIDTH=?>
(dalam satuan pixel)
N1.1
Lebar Sel Persentasi
<TD WIDTH="%">
(dalam satuan persen terhadap lebar tabel)
N3.0b
Warna Sel
<TD BGCOLOR="#$$$$$$">


Kepala Tabel
<TH></TH>
(Table Header - seperti data dengan Bold dan Center)

Penataan Letak Kepala Tabel
<TH ALIGN=LEFT|RIGHT| CENTER|MIDDLE|BOTTOM
VALIGN=TOP|BOTTOM|MIDDLE>


Tanpa Baris Baru
<TH NOWRAP>


Rentang Kolom
<TH COLSPAN=?>
Columns to Span

Rentang Baris
<TH ROWSPAN=?>
Rows to Span
N1.1
Lebar Kepala Tabel
<TH WIDTH=?>
(dalam satuan pixel)
N1.1
Lebar Persentasi
<TH WIDTH="%">
(dalam persentasi terhadap lebar tabel)
N3.0b
Warna Kepala Tabel
<TH BGCOLOR="#$$$$$$">


Keterangan Tabel
<CAPTION></CAPTION>
Caption

Penataan Keterangan
<CAPTION ALIGN=TOP|BOTTOM>
(di atas / di bawah tabel)

FRAMES


N2.0
Dokumen dalam Frame
<FRAMESET></FRAMESET>
(sebagai pengganti <BODY>)
N2.0
Tinggi Baris Frame
<FRAMESET ROWS=,,,></FRAMESET>
(dalam satuan pixel atau %)
N2.0
Tinggi Baris Frame
<FRAMESET ROWS=*></FRAMESET>
(* = ukuran relatif)
N2.0
Lebar Kolom Frame
<FRAMESET COLS=,,,></FRAMESET>
(dalam satuan pixel atau %)
N2.0
Lebar Kolom Frame
<FRAMESET COLS=*></FRAMESET>
(* = ukuran relatif)
N3.0b
Lebar Garis Batas
<FRAMESET BORDER=?>

N3.0b
Garis Batas
<FRAMESET FRAMEBORDER="yes|no">

N3.0b
Warna Garis Batas
<FRAMESET BORDERCOLOR="#$$$$$$">

N2.0
Rancangan Frame
<FRAME>
(isi dari frame individu)
N2.0
Tampilan Dokumen Frame
<FRAME SRC="URL">

N2.0
Nama Frame
<FRAME NAME="***"|_blank|_self| _parent|_top>

N2.0
Lebar Batas
<FRAME MARGINWIDTH=?>
(batas kiri dan kanan)
N2.0
Tinggi Batas
<FRAME MARGINHEIGHT=?>
(batas atas dan bawah)
N2.0
Scrollbar?
<FRAME SCROLLING="YES|NO|AUTO">
Memungkinkan scrolling pada frame
N2.0
Ukuran Frame tak bisa diubah
<FRAME NORESIZE>

N3.0b
Batas Frame
<FRAME FRAMEBORDER="yes|no">

N3.0b
Warna Garis Batas
<FRAME BORDERCOLOR="#$$$$$$">

N2.0
Isi tanpa Frame
<NOFRAMES></NOFRAMES>
(bagi browser yang tak mampu frame)

JAVA



Applet
<APPLET></APPLET>


Nama File Applet
<APPLET CODE="***">


Parameter Applet
<APPLET PARAM NAME="***">


Sumber Applet
<APPLET CODEBASE="URL">


Identifier Applet
<APPLET NAME="***">
(sebagai rujukan di tempat lain pada halaman sama)

Teks Alternatif
<APPLET ALT="***">
(untuk browser tanpa kemampuan Java browsers)

Penataan Applet
<APPLET ALIGN="LEFT|RIGHT|CENTER">


Ukuran Applet
<APPLET WIDTH=? HEIGHT=?>
(in pixels)

Celah batas Applet
<APPLET HSPACE=? VSPACE=?>
(in pixels)


LAIN-LAIN



Komentar
<!-- *** -->
(tidak ditampilkan oleh browser)

Prolog HTML 3.2
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 3.2//EN"> [*]


Mampu Cari
<ISINDEX>
(indikasi indeks yang dapat dicari-temukan)

Prompt
<ISINDEX PROMPT="***">
(teks sebagai prompt)

Perintah Cari
<A HREF="URL?***"></a>
(gunakan tanda tanya yang sebenarnya)

URL dari file ini
<BASE HREF="URL">
(harus terletak di header)
N2.0
Nama Dasar Window
<BASE TARGET="***">
(harus terletak di header)

Kaitan
<LINK REV="***" REL="***" HREF="URL">
(Relation dan Reverse Relation, harus terletak di header)

Informasi Meta
<META>
(harus terletak di header)

Lembar Gaya Penulisan
<STYLE></STYLE>
(Style Sheet - belum didukung sepenuhnya)

Scripts
<SCRIPT></SCRIPT>
(belum didukung sepenuhnya)

Baca Juga